Program TAX AMNESTY sudah dimulai sejak hari Senin tanggal 18 Juli 2016 lalu. Tapi masih ada sebagian orang yang tidak terlalu menghiraukan program ini, padahal jika anda tau manfaat dari tax amnesty seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, pasti anda tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini.
JANGAN MEREMEHKAN TAX AMNESTY
Berikut hasil ringkasan pernyataan Jokowi 15 Juni 2016, dalam acara sosialisasi Amnesti Pajak - Grand City Surabaya.
Tax Amnesty berbeda dengan pemutihan. Tax Amnesti merupakan penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan.
Dengan cara mengUNGKAP harta dan memBAYAR uang TEBUSan.
Secara lebih ringkas tax amnesty itu: UNGKAP-TEBUS-LEGA
1. UNGKAP LAPORkan seluruh harta yang belum dilaporkan atau disembunyikan selama ini sampai dengan SPT Tahunan PPh terakhir 2015.
2. TEBUS Pembayaran sejumlah uang (tarif) ke Kas Negara untuk mendapatkan amnesti pajak.
Uang tebusan = Tarif x Nilai Harta Bersih
Nilai harta bersih = Harta - Utang
Harta adalah seluruh kekayaan dalam bentuk apapun, Sedangkan utang adalah jumlah pokok utang yang belum dibayar berkaitan langsung dengan perolehan harta.
TARIF yang berlaku sebagai berikut:
Pengungkapan Harta di dalam wilayah NKRI@ Periode I : 18 Jul - 30 Sep 2016 = 2%
@ Periode II : 1 Okt - 31 Des 2016 = 3%
@ Periode III : 1 Jan - 31 Mar 2017 = 5%
Pengungkapan Harta di luar wilayah NKRI
Periode I : 18 Jul - 30 Sep 2016 = 4%
Periode II : 1 Okt - 31 Des 2016 = 6%
Periode III : 1 Jan - 31 Mar 2017 = 10%
Dana yang berasal dari luar negeri yang kemudian dibawa masuk ke Indonesia, harus minim diendapkan selama 3 tahun.
Contoh ilustrasi: Kekayaan atau Harta si A sekitar 3 Milyar. Sedangkan si A selama ini hanya melaporkan 1 Milyar (terakhir SPT 2015). Adanya selisih 2 milyar yang tidak pernah dilaporkan / disembunyikan itu yang akan dikenakan tarif tax amnesti. Berarti si A harus membayar TEBUSan 2% dari 2 Milyar, jika dilakukan di periode pertama.
3. LEGA Anda tidak perlu takut apapun lagi dalam berinvestasi, karena ibaratnya pelaporan pajak anda di reset untuk kembali menjadi 0.
INI YANG PALING PENTING: Seseorang yang telah mengikuti tax amnesty akan ada payung hukum, di mana TIDAK DAPAT dijadikan dasar "penyelidikan, Penyidikan, dan/atau Penuntutan tindak pidana apapun".
Nama dan Data sangat di RAHASIAkan, orang dalam yang membocorkan akan ada tindak pidana berat.
Apa yang membuat semua orang yang merasa melanggar harus ikut? Perlu diketahui: setelah 31 Maret 2017 (berakhirnya Tax Amnesty), yang ketahuan TIDAK pernah meLAPORkan akan dikenakan sangat sangat tinggi yaitu dikenai PPh + Tambah SANKSI 200% + Pidana PENJARA.
Berjalannya tax amnesty akan ada kelanjutan revisi undang-undang ketentuan PPN dan PPh, di mana kemungkinan akan lebih dipermurah. Quartal Pertama tahun 2018 atau 2 tahun lagi, semua lembaga akan mewajibkan menyerahkan seluruh data ke Badan Pajak. Seperti Perbankan, Asuransi, Kartu kredit, dan Lembaga lainnya. Bahkan kerjasama dengan negara-negara dunia telah menandatangani untuk saling keterbukaan.
Dengan kata lain orang-orang yang tidak ikut tax amnesty akan sangat gampang ketahuan bahkan bagi yang mempunyai keuangan di Swiss, Singapore atau negara lainnya akan mudah terdeteksi. Dengan kata lain denda 200% dan Pidana akan diberlakukan.
Pilihan anda hanya ada 2 Pilihan :
1. LAKUKAN Tax Amnesty dan menjalankan sebagai warga negara yang taat dan tanpa beban dengan membayar tebusan yang lebih murah, atau
2. ABAIKAN di mana anda hanya bisa simpan uang anda seumur hidup di rumah dengan hidup penuh beban dan rasa takut dalam melakukan investasi.
Bagaimana cara mengikuti Tax Amnesti? Anda hanya perlu datang ke Kantor Pajak, dengan mengambil sebuah form. Form yang dibuat sangat sederhana, bahkan beberapa data yang perlu difoto copy sangat sedikit dan dipermudah.
Baca : 83 Pertanyaan yang sering ditanyakan dalam hal Tax Amnesty
